Arsip Blog

Loading...

Rabu, 22 September 2010

ANALISIS JURNAL KEPENDUDUKAN

Tidak bisa di pungkiri lagi Indonesia merupakan salah satu negara didunia dengan jumlah penduduk terbesarb setelah Cina. Dengan keadaan tersebut maka ada dampak positif dan dampak negatifnya, dampak positif mungkin dengan adanya jumlah penduduk yang besar Indonesia tidak kekurangan tenaga kerja dan lebih murah bila dibandingkan negara lainnya serta Akan banyak pengaruh dan aspek perekonomian yang mengalami perkembangan serta maju terutama dibidang investasi, investasi merupakan hal yang penting dalam upaya pembangunan di negara berkembang seperti indonesia. Karena dengan investasi tersebut indonesia dapat melakukan pembangunan dan memperbaiki infrastruktur yang ada sehingga dapat mempecepat pertumbuhan ekonomi negara kita. Dalam keadaan ini melihat prospek ekonomi nasional sangat sulit dilakukan, kecuali perasaan yang mengatakan ballwa masalahnya sangat berat dan keadaan ini diperkirakan akan berjalan lama. Akan tetapi hal ini akan terjadi dan terwujud mekipun atau seberat apapun, kita harus mempunyai perkiraan dan ekspektasi, kalau tidak berani melakukan prediksi, mengenai bagaimanakah prospek ekonomi nasional kita, jangka pendek maupun yang lebih panjang. Memang harus diakui bahwa, dalam perkembangan yang sangat cepat ini masa depan semakin mengandung sifat tidak pasti. Ini yang menjadikan orang semakin tidak percaya diri, namun hanya marnpu melihat keadaan yang sangat dekat dengan dirinya. Kalu disertai sikap seolah-olah tiada hari esok, hal ini dapat menumbuhkan perilaku seseorang atau kelompok yang merugikan kepentingan yang lebih besar atau dalam jangka panjangnya, meskipun seolah-olah menguntungkan saat ini atau bagi yang melakukan. Dihadapkan kepada situasi seperti ini ada yang berpendapat bahwa mempelajari sejarah, mempelajari pengalaman masa lalu tidak ada manfaatnya, karena masa depan kan tidak pasti, yang pasti justru perubahan itu sendiri. Orang yang ambisinya kelewat besar, tidak sesuai dengan kemampuannya. Atau bisa dibilang indonesia padat karya tapi disisi lain dengan jumlah penduduk yang besar Indonesia tidak akan terlepas dengan adanya masalah ledakan penduduk dan pengangguran. Namun dengan adanya jumlah penduduk yang besar bisa mendatangkan masalah yang lebih rumit lagi seperti kemiskinan, bisa dilihat yang terjadi saat ini di Indonesia khususnya Bali, bisa kita lihat angka kemiskinan di Bali pada tahun 2006 tercatat 17,11% artinya bahwa kemiskinan saat ini merupakan masalah pokok yang harus segera di selesaikan atau paling tidak mengurangi angka kemiskinan tersebut. Memang tidak mudah untuk menangani masalah tersebut tetapi paling tidak anggota DPRD Bali setidaknya melakukan terobosan-terobosan pemikiran yang brilian serta mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat guna menyelesaikan masalah yang sangat urgent ini. Kemiskinan itu sendiri mempunyai arti sebagai standar hidup yang rendah yaitu adanya tingkat kekurangan materi dibandingkan dengan standar hidup umum yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Adapun faktor-faktor kemiskinan antara lain kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumberdaya yang menimbulkan distribusi yang timpang artinya tidak adanya keseimbangan antara si kaya dan si miskin, kemiskinan muncul akibat adanya kualitas sumberdaya manusia akibatnya orang yang mempunyai pendidikan tinggi dan mempunyai keterampilan serta keahlian akan mempunyai kesempatan yang lebih dalam rangka mencari pekerjaan dan lebih dihargai pula tetapi tidak dengan orang yang pendidikan rendah dan tidak mempunyai keahlian akan tersisihkan dengan sendirinya, kemiskinan muncul juga karena adanya perbedaan akses dalam modal ini artinya sekali lagi si kaya memang seolah-olah ditakdirkan menjadi seorang yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan si miskin namun faktor ini tidak berlaku seratus persen pula, derasnya arus migrasi yang masuk ke daerah perkotaan akibatnya akan banyak penduduk yang miskin bila datang ke kota hanya bermodal badan saja tanpa adanya keahlian dan keterampilan.
Penanggulangan kemiskinan akan terwujud jika seluruh komponen yang ada disekitar kita saling bahu-membahu demi terwujudnya masyarakat yang aman tentram dan bahagia. Namun, perlu pula adanya partisipasi masyarakat yang konktret dan nyata serta akan menjadi tanggung jawab bersama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar